Mitos-mitos Kehamilan
Banyak mitos seputar kehamilan berkembang di masyarakat. Apakah mitos-mitos ini benar atau hanya sekedar mitos?.
SEMAKIN TUA WANITA, SEMAKIN SULIT HAMIL.
Mitos ini tidak benar. Selama wanita mengalami masa subur, berarti ia masih bisa hamil. Kehamilan di usia tua tidak membahayakan si ibu, apalagi dengan majunya teknik kedokteran saat ini. Seperti ibu yang hamil di usia muda, pemeriksaan yang teratur harus dilakukan, untuk melacak kesehatan janin.
MAKAN UNTUK DUA ORANG.
Memang selama kehamilan seorang ibu diharapkan memeperhatikan gizi dengan baik. Tetapi ini bukan alasan untuk ibu boleh makan sesuka hatinya. Selama hamil berat ibu mengalami peningkatan. Ini karena janin bertambah besar, dan cairan ketuban bertambah. Begitu juga payudara yang mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan bayi setelah lahir. Kenaikan berat badan yang normal adalah 13-15 kilogram. Bila kenaikan di atas itu, setelah melahirkan ibu akan kesulitan dalam bergerak dan menurunkan berat badannya.
MERAWAT BAYI ITU SESUAI NALURI.
Banyak wanita berpendapat bahwa merawat bayi adalah hal yang alami. Padahal, seperti halnya keterampilan lainnya, calon ibu harus mempelajari cara merawat bayi. Keterampilan merawat bayi dapat diperoleh dari buku, dokter, atau ibu-ibu yang sudah berpengalaman merawat bayi.
PAYUDARA KECIL TIDAK BISA MENYUSUI.
Hampir semua ibu bisa memproduksi air susu setelah bayinya lahir, dan berhasil menyusui walaupun payudaranya kecil. Sebenarnya kegiatan menyusui berlangsung berdasarkan sistem kebutuhan dan pemenuhan. Jadi bila ibu sering menyusui bayi anda, makin banyak pula produksi ASI.
OLAHRAGA DAPAT MENCELAKAKAN JANIN.
Ini mitos. Olahraga dapat membuat tubuh lebih segar dan nyaman, yang berarti mempersiapkan tubuh dalam menghadapi persalinan. Olahraga ringan dan senam tidak akan membahayakan janin karena janin dilindungi oleh cairan ketuban. Namun bila ibu berolahraga terlalu berat hingga kelelahan dan kesakitan, itu tidak baik untuk janin, karena janin bisa kekurangan oksigen.
MELAHIRKAN ITU SANGAT MENYAKITKAN.
Melahirkan sebenarnya merupakan peristiwa alami. Namun tidak ada seorang pun yang dapat memperkirakan atau menggambarkan rasa sakitnya. Bagaimana seseorang menilai rasa sakit, juga mempengaruhi berat tidaknya persalinan tersebut.
Salah satu cara memahami rasa sakit saat melahirkan adalah dengan mengetahui peristiwa melahirkan dari ibu, saudara atau teman yang pernah melahirkan. Rasa sakit juga bisa dikurangi dengan teknik pernapasan dan relaksasi. Namun ada satu aspek penting yang harus dipahami calon ibu, yaitu pemahaman bahwa melahirkan adalah salah satu bentuk jihad seorang perempuan, sehingga setiap rasa sakit yang diterimanya dengan ikhlas, insyaAllah akan berbuah pahala.
Sumber : Ayahbunda