Pure Oxygen

Take a deep breath….. and smile…

Archive for July, 2007


‘Kran’ Rezeki

Rezeki adalah segala sesuatu yang dapat dipakai.. segala sesuatu yang boleh dimakan.. segala sesuatu yang bisa dinikmati..

Itu berarti rezeki bukan hanya uang, rumah, mobil, makanan, pekerjaan, dan segala bentuk materi lainnya;
tapi juga kesehatan, keimanan, ketenangan, ilmu, istri yang soleh, anak-anak yang cerdas, sahabat yang jujur, tetangga yang baik, pemimpin yang adil, dan sebagainya.

‘TIPS’ tuk memutar ‘kran’ rezeki :

1. “Barangsiapa ingin rezekinya dilapangkan dan usianya dipanjangkan, peliharalah silaturahmi” (HR Bukhari dan Muslim)

2. “Jika kamu bersyukur, AKU kan tambahkan ni’mat padamu” (IbraĆ®him : 7)

3. ALLAH berfirman ’sedekahkan hartamu, AKU kan berikan ni’mat padamu.’ (HR Bukhari dan Muslim)

4. “AKU senantiasa mengikuti prasangka hambaKU padaKU. Jika ia berprasangka baik maka kebaikan pula yang mengikutinya. Jika ia berprasangka buruk maka keburukan pula yang mengikutinya” (HR Ahmad, Muslim, Thabrani, Ibnu al-najar)

5. “..dan janganlah kamu berputus asa dari rahmatNYA. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmatNYA melainkan kaum kafir” (Yusuf : 87)

6. “Jauhkan dirimu dari rasa dengki. Sesungguhnya dengki dapat memakan pahala kebaikan, sebagaimana api memakan kayu bakar” (HR Abu Daud)

7. “Yang paling aku khawatirkan terhadap umatku apabila : terlalu kenyang, kebanyakan tidur, malas, dan keyakinan yang lemah” (HR Daruquthni dari Jabir)

8. “Sesungguhnya ALLAH menyukai apabila salah seorang dari kalian berbuat sesuatu maka ia lakukan dengan sebaik-baiknya” (HR Thabrani)

9. “Jika seorang hamba tidak lagi mendoakan orang tuanya, maka rezekinya akan terputus” (HR al-Hakim dan ad-Dailami)

10. “Siapa yang banyak beristigfar, ALLAH akan membebaskannya dari berbagai kedukaan, melapangkannya dari berbagai kesempitan, dan memberinya curahan rezeki dari arah yang tak disangkanya” (HR Ahmad)

11. “…barangsiapa bertakwa padaNYA niscaya DIA akan menjadikannya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tak disangka. Dan barangsiapa bertawakal padaNYA, DIA kan cukupi segala keperluannya..” (ath-Thalaq : 2-3)

12. “Shalat dhuha itu mendatangkan rezeki dan menolak kemiskinan, dan tidak ada yang memelihara shalat dhuha kecuali hanya orang-orang yang bertobat” (HR Tirmidzi)

13. “Nabi Muhammad SAW bersabda : sesungguhnya kamu tidak akan mampu memuaskan manusia dengan sejumlah uang yang kamu miliki, tetapi temuilah mereka dengan wajah ceria dan perilaku gembira.”

14. “Barangsiapa yang tidak mengasihi manusia, maka ia tidak akan dikasihi ALLAH” (HR Tirmidzi)

15. Kalau ada tambahan, tolong add di comment yah..

- Sebuah teguran tuk diri sendiri. Ayo ne.. SEMANGAT !! -

‘Intisari’ dari buku Membuka Pintu Rezeki.

Hitam? Siapa Takut!

Dalam iklan terbaru salah satu krim pemutih kulit, seorang gadis tak dilirik sama sekali oleh seorang cowok di stasiun kereta. Namun belakangan, si cowok mulai menegur dan memberi perhatian pada si gadis. Rupanya selama 3 minggu terakhir si gadis memakai krim yang diiklankan tersebut.

Apa yang salah dengan gadis dalam iklan di atas? tak ada, kecuali : ia berkulit gelap. Sebagian penonton mungkin tersenyum melihat iklan ini. Tapi ada juga yang merasa ‘gondok’. Bukan hanya mereka yang berkulit gelap, tetapi juga kelompok masyarakat yang sadar bahwa iklan tersebut berpotensi melecehkan mereka yang berkulit gelap.

Iklan produk pemutih sering memberi gambaran pada banyak orang (terutama perempuan) bahwa ‘kalau anda tidak berkulit putih, anda tidak akan dilirik lawan jenis’ atau ‘temukan pasangan anda dengan cara berkulit putih’. Iklan seperti ini cenderung mereduksi makna kata ‘percaya diri’. Segala potensi diri yang diberikan Tuhan cenderung dilupakan, karena rasa percaya diri dipersepsikan langsung dengan perlunya memiliki kulit putih.

Lury, penulis buku tentang budaya konsumen, mengatakan bahwa media massa modern banyak menawarkan gaya hidup mengenai cara-cara peningkatan dan ekspresi diri. Nilai yang ditawarkan adalah bahwa ada masalah dalam tubuh kita, sehingga kita harus terus-menerus melakukan pengawasan, kontrol, dan koreksi terhadap diri kita. Rasa tidak nyaman terhadap tubuh sehingga tubuh perlu dikoreksi, antara lain dengan : krim anti kerut, krim pengencang payudara, pil pelangsing, operasi plastik, pemutih kulit, dan sebagainya. Mereka yang ‘pasrah’ dengan pesan media seperti ini akan mudah terpengaruh untuk mengaitkan kemampuan dirinya dengan kesempurnaan fisik.

Jika kita berbicara tentang warna kulit, maka kita membicarakan tentang pigmen melanin. Melanin berfungsi sebagai pelindung terhadap efek buruk sinar matahari. Mereka yang tinggal di daerah tropis seharusnya bersyukur diberikan warna kulit yang gelap. Orang kulit putih (ras kaukasia) yang cerah memiliki melanin yang lebih sedikit, dan karena itu juga mereka rentan terbakar sinar matahari dan terkena kanker kulit.

Penyebab kanker kulit sendiri macam-macam, antara lain karena terpajan zat kimia berbahaya (seperti arsen). Namun yang paling dominan adalah karena pajanan matahari yang mengandung sinar UV C. Cara menghindari pajanan sinar matahari ini ialah dengan menghindari pajanan langsung pukul 09.00-16.00 dan memakai tabir surya minimal SPF 15. Bagi muslimah, memakai baju yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan, juga merupakan perlindungan, karena menurut penelitian di Australia bahan baju mempunyai SPF 15-60.

“Dialah Allah yang menciptakan dan menyempurnakan. Dan Dia menakdirkan (memberi kadar tertentu), kemudian memberi petunjuk” (QS 87 : 2-3)

(sebuah kompilasi kutipan, dari rubrik yang diasuh Dewi Inong, Sp.KK dan Nina M. Armando, di majalah UMMI)

more about warna kulit : http://hariadhi.wordpress.com/2007/12/24/diskriminasi-warna/

Ikat Dulu,Baru Tawakal

Rasulullah SAW pernah menasihati seseorang yang memasuki mesjid untuk shalat tanpa mengikatkan kudanya terlebih dahulu, melainkan sekedar berucap “Tawakal alallah saja lah”. Nasihat Rasulullah singkat saja “Ikat dulu…baru tawakal”.

Ulama terkemuka Sayyid Qutb menyatakan bahwa Islam ditegakkan tidak dengan ‘Kun Ilahiyah’ (kehendak Allah) semata melainkan harus dengan ikhtiar manusiawi dan prosedur yang cermat dan realistis. Kita ambil contoh perjalanan hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah. Mengapa Allah tidak memudahkan perjalanan Beliau dengan cara spektakuler, misalnya menerbangkannya? seperti Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dengan tongkatnya yang dapat membelah Laut Merah. Padahal Rasulullah SAW adalah orang yang paling dicintaiNya. Rupanya Allah berkehendak, Rasulullah mencontohkan pada kita bagaimana seharusnya berikhtiar, menempuh prosedur yang benar dulu, baru tawakal.

Tampaknya ada sebagian dari kita yang cenderung ke arah ‘ekstrim tawakal’. Sebutlah seorang berinisial A. Bagi A porsi waktu terbesarnya adalah untuk mendekatkan diri pada Allah. Setiap malam ia menegakkan shalat tahajud, dilanjutkan shalat subuh dan membaca Quran. Kemudian ia tidur lagi sebelum akhirnya bangun untuk shalat dhuha. Sebagai pedagang, ia baru keluar rumah saat matahari sudah cukup tinggi dan sambil berdagang ia menyelingi dengan shalat dhuhur dan dzikir sesudahnya. Tanpa mengecilkan nilai ibadahnya, secara obyektif porsi waktunya untuk mencari nafkah hanya sedikit. Penghasilannya benar-benar tidak memadai, sementara anak-anaknya terus bertambah. Mereka membutuhkan makanan bergizi dan susu untuk tumbuh dengan baik. Belum lagi jika sakit dan sekolah, dibutuhkan dana tidak sedikit. Akhirnya sang istri ikut kerja keras membanting tulang mengurus rumah tangga dan anak-anak (tanpa bantuan pembantu) sambil membawa anak-anak berdagang keliling ke rumah-rumah. Sang suami kerap menghibur istrinya dengan ayat Quran 63 : 3 “Dan Ia memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”. Bila anaknya sakit ia meminta istrinya untuk tidak segera panik ke klinik, melainkan mengutamakan berdoa.

A ini patut dikagumi tingkat ketawakalan dan pola pendekatannya pada Allah. Namun ia belum dapat dikatakan mencontoh jejak Rasul sepenuhnya, karena Rasul menempuh jalan ikhtiar selaku manusia secara realistis sebelum akhirnya bertawakal.

Secara kontras, ada pula sebagian dari kita yang cenderung ‘ekstrim realistis’, kosong ruhiyahnya dan minim ketawakalannya. Mereka berprinsip “time is money”; atau mengeluarkan ungkapan “orang hidup butuh uang”, “dikit-dikit akhirat”, “cari yang haram aja susah, apalagi yang halal”, dan sebagainya. Ada orang yang benaknya selalu dipenuhi target duniawi saja. Habis kuliah, trus kerja, punya kendaraan sendiri, beli rumah, nikah, punya anak, jalan-jalan dan kuliah ke luar negeri, bikin perusahaan sendiri, dan seterusnya. Orang seperti ini rentan terlepas dari Islam; lupa tujuan hidup, lupa meng-upgrade hubungan denganNya.

Dalam konteks lain hal serupa bisa terjadi. Seorang teman yang diuji belum juga memiliki anak mengeluh pada sahabatnya “Rasanya ikhtiar sudah habis-habisan dan sudah ke mana-mana. Tapi kok belum ada hasilnya?”. Rupanya teman kita ini khilaf bahwa mendapat anak adalah ‘kehendak Allah’ dan bukan semata usaha manusia saja.

Ada juga mereka yang mengalami ‘pelarutan furqon’; garis pembeda yang hak dan batil mulai memudar. Hal itu mula-mula karena ia bekerja di lingkungan kerja yang materialis dan bebas nilai. Akibatnya, ia semakin toleran bahkan ‘terwarnai’ pola hidup materialis dan bebas nilai. Seiring itu semangat keislaman dalam dirinya semakin memudar.

Namun syukurlah, kita masih melihat adanya orang-orang yang berusaha mengikuti jejak Rasul dan para sahabatnya. Mereka memiliki profesionalisme di bidangnya, namun tetap menjaga komitmennya dengan Islam. Mereka berdagang, bekerja, berusaha namun tidak lupa dengan dakwah. Mereka berikhtiar mencari rizki halal, pergi berobat bila anak sakit, berusaha memperoleh keturunan; namun mereka tidak lupa dengan kekuasaanNya. Mereka bertekad tuk sukses namun tetap mengikuti aturanNya.
Semoga kita termasuk ke dalamnya.

(UMMU SAMMY RAMADHAN in UMMI)

The Design

Let us for a moment think of an aspirin; you will immediately recall the mark in the middle. This mark is designed to help those who take a half dose. Every product that we see around us, even if not as simple as the aspirin, is of a certain design, from the vehicles we use to go to work, to TV remote controls.

Design, in brief, means a harmonious assembling of various parts in an orderly form designed for a common goal. Going by this definition, one has no difficulty in guessing that a car is a design. This is because there is a certain goal, which is to transport people and cargo. In realisation of this goal, various parts such as the engine, tires and body are planned and assembled in a factory.

However, what about living creatures? Can a bird and the mechanics of its flight be a design as well? Before giving an answer, let us repeat the evaluation we did in the example of the car. The goal, in this case, is to fly. For this purpose, hollow, light-weight bones and the strong breast muscles that move these bones are utilised together with feathers capable of suspension in the air. Wings are formed aerodynamically, and the metabolism is in tune with the bird’s need for high levels of energy. It is obvious that the bird is a product of a certain design.

If we leave aside the bird and examine other forms of life, we encounter the same truth. In every creature, there are examples of extremely well-conceived design. If we continue further on this quest, we discover that we ourselves are also a part of this design. Your hands that hold these pages are functional as no robot hands could ever be. Your eyes that read these lines are making vision possible with such focus that the best camera on earth simply cannot achieve.

Hence one arrives at this important conclusion; all creatures in nature, including us, are of a design. This, in turn, shows the existence of a Creator, Who designs all creatures at will, sustains the entire creation and holds absolute power and wisdom.

(Harun Yahya)

Apatis

Ada bedanya ya antara ikhlas dan apatis .. pasrah dan merasa tidak punya pilihan .. menyegerakan dan tergesa-gesa ..

Ya Rabb Anugerahkan padaku ketenangan dan ketentraman.. Anugerahkan padaku keikhlasan atas apa yang luput dariku dan atas apa yang datang padaku.. Anugerahkan padaku kesabaran atas apa pun yang Kau ujikan padaku.. Anugerahkan padaku rasa syukur atas apa pun yang Kau amanahkan padaku..

(Catatan kecil jam 4 pagi)

Syukuri Saja

Ketika 4JJI tunjukkan pada Adam AS anak keturunannya sampai kelak hari kiamat, Adam AS memperhatikan bahwa di antara mereka ada yang kaya, miskin, tampan & sebagainya, beliau lalu berkata “Ya 4JJI, andai saja Engkau menyamaratakan hamba-hambaMu”, lalu 4JJI berfirman “Sesungguhnya AKU lebih menyukai untuk disyukuri saja”.
(HR Bukhari-Muslim)

-from my sist, sent via SMS-

Renungan Tentang Nikah

1. KETIKA AKAN MENIKAH Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi
anak-anak kita Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi
anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si
gadis, tetapi meminta kepada TUHAN melalui orang tua/wali
si gadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu,

tetapi menikah di hadapan TUHAN

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan anda, karena anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua

dan meminta maaf apabila anda berpikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan doa mereka.

5. SEJAK MALAM PERTAMA Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang

anak manusia dan bukan sepasang malaikat.

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak
melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yg penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya

justru semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK. Cintailah isteri atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK. Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan
anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100%

dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK Yakinlah bahwa pintu rezeki akan terbuka lebar
berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri

11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia

mendampingi kita semasa menderita

12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan
lupa

untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.

13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut,

tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua
pekerjaan.

14. KETIKA MENDIDIK ANAK Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik
adalah

orang tua yang tidak pernah marah kepada anak,

karena orang tua yang baik adalah orang tua yang
jujur kepada anak

15.KETIKA ANAK BERMASALAH Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun

yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua,

yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh
orang tuanya.

16.KETIKA ADA PIL. Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17.KETIKA ADA WIL Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan
hati.

18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam
proses pertumbuhan

menuju potret keluarga bahagia.

19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS Gunakanlah formula 7 K 1 Ketakwaan 2 Kasih sayang 3 Kesetiaan 4 Komunikasi dialogis 5 Keterbukaan 6 Kejujuran 7 Kesabaran

(Deni Miharja in barudak_kiju@yahoogroups.com)