Seeing Good in All
Setiap manusia pasti pernah mengalami masa-masa sulit. Kadang mereka jadi takut, gelisah, marah, bersembunyi atau memberontak karenanya.
Kesulitan adalah ujian dariNya, seperti juga kemudahan. Setiap peristiwa dirancang olehNya tuk membedakan antara mereka yang ikhlas dan mereka yang tidak tulus, mereka yang beriman dan mereka yang tidak meyakini keimanannya, mereka yang setia dan mereka yang munafik.
Nabi Muhammad SAW, seperti nabi-nabi sebelumnya, menghadapi kesulitan sepanjang hidupnya. Satu-satunya alasan mengapa Beliau tidak merasa takut atau tertekan dalam menempuh bahaya dan kesulitan adalah karena keyakinannya pada Allah, bahwa Allah menetapkan sesuatu tuk seseorang dengan tujuan tertentu.
Al Quran mengisahkan perjuangan Nabi Musa SAW dalam mendakwahi penguasa besar yang zalim, Fir’aun. Selama perjuangannya yang sulit, ia terus-menerus bersikap optimis, percaya dan tetap setia padaNya.
Sejarah Nabi Yusuf AS juga penuh situasi yang ‘tidak menguntungkan’. Namun beliau tetap menjaga kesetiaannya pada Allah dan yakin bahwa ada kebaikan dalam setiap ujiannya.
Apapun yang terjadi, pasti ada maksud baik dari peristiwa tersebut. Kewajiban seorang hamba adalah menerima dengan ikhlas, lalu berlindung dan memohon kebaikan padaNya. Adakalanya Allah segera menunjukkan maksud dan kebaikan dari sebuah peristiwa. Tetapi, jika Allah berkehendak menundanya, seorang hamba harus tetap bersabar dan berprasangka baik padaNya.
( kutipan dari karyanya Pak Harun Yahya .. tuk ‘menerangi’ hatiku sendiri
)