Pure Oxygen

Take a deep breath….. and smile…

Archive for August 7th, 2007


Seeing Good in All

Setiap manusia pasti pernah mengalami masa-masa sulit. Kadang mereka jadi takut, gelisah, marah, bersembunyi atau memberontak karenanya.

Kesulitan adalah ujian dariNya, seperti juga kemudahan. Setiap peristiwa dirancang olehNya tuk membedakan antara mereka yang ikhlas dan mereka yang tidak tulus, mereka yang beriman dan mereka yang tidak meyakini keimanannya, mereka yang setia dan mereka yang munafik.

Nabi Muhammad SAW, seperti nabi-nabi sebelumnya, menghadapi kesulitan sepanjang hidupnya. Satu-satunya alasan mengapa Beliau tidak merasa takut atau tertekan dalam menempuh bahaya dan kesulitan adalah karena keyakinannya pada Allah, bahwa Allah menetapkan sesuatu tuk seseorang dengan tujuan tertentu.

Al Quran mengisahkan perjuangan Nabi Musa SAW dalam mendakwahi penguasa besar yang zalim, Fir’aun. Selama perjuangannya yang sulit, ia terus-menerus bersikap optimis, percaya dan tetap setia padaNya.

Sejarah Nabi Yusuf AS juga penuh situasi yang ‘tidak menguntungkan’. Namun beliau tetap menjaga kesetiaannya pada Allah dan yakin bahwa ada kebaikan dalam setiap ujiannya.

Apapun yang terjadi, pasti ada maksud baik dari peristiwa tersebut. Kewajiban seorang hamba adalah menerima dengan ikhlas, lalu berlindung dan memohon kebaikan padaNya. Adakalanya Allah segera menunjukkan maksud dan kebaikan dari sebuah peristiwa. Tetapi, jika Allah berkehendak menundanya, seorang hamba harus tetap bersabar dan berprasangka baik padaNya.

( kutipan dari karyanya Pak Harun Yahya .. tuk ‘menerangi’ hatiku sendiri :) )

Mendekatlah..

Pikiran positif atau optimis timbul manakala manusia sadar bahwa ada Allah yang jauh melebihi kekuasaan siapapun dan yang menemaninya setiap saat..

Perasaan gembira timbul, ketika manusia paham bahwa ada Allah yang akan membalas perbuatan baik dan menjawab doa-doanya..

Hidup di dunia yang keras ini tidak saja menjalani kewajiban-kewajiban duniawi, seperti sekolah, bekerja, menikah, memikirkan masa depan anak, berbakti pada orangtua, dan sebagainya. Hidup di dunia juga berarti menjalani rahmat Allah, dan menjalankan fungsi kita sebagai khalifahNya. Khalifah Allah berarti wakil Allah. Dan tidak ada orang yang terdekat dengan pimpinan, kecuali wakil-wakilnya. Dan wakil-wakil Allah yang paling dekat denganNya adalah mereka yang bersedia diatur olehNya.

Jadi, jangan pesimis, jangan juga bersedih; mendekatlah padaNya.

(Masih kutip-mengutip :) kali ini dari bukunya A. khoiron Mustafiet)

Kabar Baik

Apabila engkau ditimpa kesedihan dan derita, ketahuilah bahwa itu adalah penghapus dosa-dosa.

Apabila engkau kehilangan salah satu anakmu, ketahuilah ia akan memberi syafaat bagimu di sisiNYA.

Apabila engkau terkena penyakit, sadarilah bahwa ada pahala di baliknya.

Semua itu untukmu dan terjaga di sisiNYA.

Rasa lapar, sakit, pun kemiskinan akan berbuah pahala.

Tidak ada yang hilang di sisiNYA. Allah menjaganya, seperti titipan yang akan dipenuhiNYA kelak di akhirat.

(Aidh al-Qarni)

Perfect Life

Adalah salah jika manusia berpikir bahwa hidup ini harus memberi kebaikan padamu seratus persen. Ini hanya akan terjadi di surga. Di dunia, semua relatif, semua nisbi. Tidak semua yang kau inginkan dapat menjadi kenyataan.

Jadilah seseorang yang selalu bersyukur ketika senang, dan bersabar ketika tertimpa musibah. Jangan bermimpi hidup di alam ideal, yang tidak ada sakit, tidak ada kemiskinan, tidak ada kesedihan, pasangan yang tanpa cela, dan teman tanpa aib.

Bergembiralah. Berpikirlah dengan positif. Bersikap pemaaf, dan bersandarlah sepenuhnya padaNYA. Manusia sangat tidak pantas dijadikan sandaran.

(Aidh al-Qarni)