You are looking at posts that were written in the month of October in the year 2007.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Sep | Nov » | |||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
| 29 | 30 | 31 | ||||
Allah mengajarkan padamu untuk hidup bahagia, tenang, dan selalu yakin padaNya.
Jangan bersedih dan putus asa, atas apa yang hilang dari dunia. Jangan sedih atas hari kemarin, karena dia tidak akan kembali. Jangan pula meratapi hari ini, karena dia pasti pergi. Impikanlah matahari yang bersinar terang esok hari.
Tidakkah kau tahu, bahwa kesulitan itu selalu diikuti oleh kemudahan, seperti kesabaran yang selalu diiringi kesenangan. Adalah suatu yang mustahil, sebuah keadaan tidak pernah berubah.
Allah lebih kasih sayang pada hamba-hambaNya daripada seorang perempuan pada anaknya. Menjauh dariNya tidak akan membuahkan sesuatu kecuali rasa sakit.
Sesungguhnya perasaan dekat denganNya melahirkan ketentraman denganNya, kebahagiaan dengan perhatianNya, dan kegembiraan dengan perlindunganNya. Sesungguhnya perasaan dekat itu adalah buah dari ketaatan kepadaNya dan hasil dari mencintaiNya.
(Aidh al Qarni)
Pernahkah kita berpikir bahwa kita sering memberi nilai kepada sesuatu karena tampilan terkininya, bukan karena asal-usulnya?. Contohnya penilaian kita kepada nasi dan beras.
Kita cenderung lebih menghargai nasi daripada beras karena nasi bisa langsung dimakan. Padahal jika kita runut asal-usulnya, nasi bukanlah apa-apa, jika beras tidak rela menjalani proses menjadi nasi. Dan jika kita runut lagi, beras juga bukan apa-apa, sebab ia adalah hasil dari proses tanam dan tumbuh selama berbulan-bulan dari akar, batang dan daun padi.
Begitu juga hidup kita. Kita sering menilai seseorang karena tampilan terkininya yang cantik, sehat, mapan, pintar, atau soleh, karena memang sosok itu yang berhubungan langsung dengan kita. Padahal jika kita runut asal-usulnya, manusia adalah hasil dari proses panjang dan rumit dari masa janin hingga dewasa.
Kenyataan inilah yang seharusnya membuat segala sesuatu dinilai berharga, bermartabat dan mulia. Seorang anak jalanan yang tergolek di trotoar, adalah mahluk berharga yang tidak mungkin dicari gantinya jika kita renungkan bagaimana proses asal-usulnya. Sepotong roti yang kita buang karena kita kekenyangan, adalah benda yang berharga karena ia telah melewati proses yang panjang hingga menjadi roti. Segelas air yang kita buang adalah benda berharga jika kita memikirkan bagaimana ia menjalani proses hingga hadir di hadapan kita.
Nah, tak ada sesuatu pun yang tak berharga dari kehidupan jika kita mau sejenak saja memikirkan proses asal-usulnya.
(IYUS in Annida)
Ketika ku mohon padaNYA kekuatan, IA beri aku tantangan agar aku jadi kuat.
Ketika ku mohon padaNYA kebijaksanaan, IA memberiku masalah tuk ku pecahkan.
Ketika ku mohon padaNYA kemakmuran, IA memberiku akal tuk berpikir.
Ketika ku mohon padaNYA cinta, IA memberiku orang-orang untuk ku tolong, ku cintai.
Ketika ku mohon padaNYA bantuan, IA memberiku jalan.
Ketika ku mohon padaNYA ampunan, IA memberiku kesempatan.
Aku mungkin belum menerima apa yang ku pinta, tapi aku selalu menerima apa yang kubutuhkan saat ini, apa yang terbaik menurutNYA. Doaku terjawab sudah.
( sumbernya dari mana ya.. aku lupa..yang jelas seh dari fotokopian yang dikasih temenku jaman dahulu
)
Sabar adalah berusaha agar hati kita senantiasa husnudzhan padaNYA, menerima segala ketentuanNYA walaupun terasa pahit, menyakitkan dan meresahkan.
Sabar adalah merasa bahagia apabila kita dapat membuat orang lain tersenyum, apabila kita bisa membahagiakan orang lain.
Sabar adalah meniti hari dengan memelihara diri menjadi seseorang yang tenang, matang dan dewasa.
Sabar adalah tiada lelah berdoa meminta padaNYA dan yakin suatu saat akan dikabulkan; tidak di dunia ya di akhirat.
Sabar adalah berikhtiar maksimal, dan hasilnya kita serahkan padaNYA. Satu catatan, ikhtiar itu harus sesuai dengan aturanNYA.
Sabar adalah mensyukuri nikmatNYA dengan memanfaatkan segala yang kita miliki tuk menegakkan dienNYA, sebelum DIA mengambilnya kembali dengan cara yang terbaik menurutNYA.
Menguatkan kesabaran yang kita miliki adalah bagian dari kesabaran.
Jadilah engkau seorang yang mempunyai cita-cita yang tinggi. Aku berharap engkau selalu meningkat, jadi yang terbaik, selalu dan selalu. Berhati-hatilah dan jangan sampai turun dan jatuh.
Ketahuilah hidup itu hanya beberapa menit, bahkan hanya beberapa detik. Jadilah engkau seperti semut dalam kesungguhan, ketekunan, dan kesabaran. Coba, dan terus coba. Bertobatlah jika engkau kembali melakukan dosa, dan kembalilah pada pintu tobat. Hafalkan kembali al-Quran jika engkau telah lupa. Kembalilah mengingatnya tuk yang kedua kalinya, ketiga kalinya..bahkan untuk kesepuluh kalinya. Yang terpenting, engkau tidak merasa gagal dan frustasi, sebab sejarah kehidupan tidak pernah mengenal kata akhir; akal tidak mengenal kata selesai..di sana selalu ada selalu ada upaya dan perbaikan.
Sesungguhnya umur itu seperti tubuh yang mungkin bisa dipercantik dengan operasi, seperti bangunan yang masih mungkin direnovasi. Jauhi sekolah bernama kemalasan dan kegagalan. Hilangkan prediksi-prediksi sakit, bencana, kesedihan, musibah, kesulitan dari hatimu.
QS Al Maidah : 23 "Dan hanya pada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman"
Aidh al-Qarni
(wake up !!!)
Salah satu kunci keberhasilan program ASI eksklusif adalah kontinuitas. Buat ibu yang bekerja, hal ini bisa dibantu dengan pembuatan ‘Bank ASI’.
ALAT
1. Freezer di rumah.
2. Freezer di kantor, jika tidak ada, termos es dengan es batu.
3. Kantong plastik biasa, ukuran 1/2 kilogram.
4. Gelas minum bersih.
5. Spidol permanen.
MEMERAH dan MENYIMPAN
1. Setidaknya sebulan sebelum masuk kerja, mulailah memerah dengan ASI dengan tangan.
- Perah areola (bagian gelap sekitar puting) dengan ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Tekan areola dengan ritme seperti ritme mengisap bayi. Arahkan aliran ASI ke gelas bersih.
- Tulis tanggal pemerahan pada kantong plastik, dengan spidol permanen.
- Masukkan ASI perahan pada kantong plastik, ikat dan simpan pada freezer.
2. Dua minggu sebelum bekerja, mulailah melatih memberi ASI perahan dengan sendok.
3. Saat ibu kembali bekerja, usahakan memerah dari kedua payudara minimal 4 jam sekali sebanyak 3 kali selama jam kerja. Simpan ASI perahan dengan plastik dalam freezer kantor atau termos es.
MENCAIRKAN ASI BEKU
1. Siapkan air hangat suam kuku dalam rantang atau panci kecil.
2. Taruh plastik berisi ASI beku dalam air hangat itu. ASI akan mencair dalam 5 menit.
MEMBERIKAN ASI
1. Pukul 06.00. Susui bayi sekenyangnya.
2. Pukul 07.00. Ibu berangkat bekerja.
3. Pukul 08.00-17.00. Bayi diberi ASI perahan di rumah. Ibu memerah ASI di kantor jam 10.00, 14.00, dan 16.00.
4. Pukul 17.00. Ibu pulang bekerja. Hentikan pemberian ASI perahan tepat pukul 17.00. Bayi segera menghisap ASI dari ibu.
5. Malam hari. Susui bayi sesering dan selama mungkin.
CATATAN :
1. Jangan biasakan memberi susu formula sebab bayi akan cepat kenyang dan kurang menghisap ASI. Jika hisapan ASI berkurang, produksi ASI otomatis turun.
2. Jangan gunakan dot, agar bayi tidak mengalami nipple confusion (bingung puting), sehingga bayi menolak puting ibu.
3. Jangan khawatir jika bayi tidak buang air setiap hari. Hampir seluruh bagian ASI bermanfaat dan tidak banyak yang harus dibuang.
4. Jika bayi sudah memasuki usia 6 bulan, berikan makanan pendamping semi padat dan hentikan sebelum pukul 17.00.
From: Ira Puspadewi, IBFAN (International Baby Food Action Network), in UMMI
Saudariku, sesungguhnya bersama kesusahan ada kemudahan. Setelah cucuran air mata, akan terbit senyuman. Setelah malam ada siang.
Ketahuilah, sesungguhnya engkau diganjar pahala. Jika engkau seorang ibu, anak-anakmu akan menjadi penyokong Islam, jika engkau mendidik mereka dengan benar. Mereka akan berdoa untukmu dalam sujud-sujud mereka. Sungguh nikmat yang luar biasa menjadi seorang ibu yang penuh kasih dan kelembutan. Dan cukuplah bagimu untuk merasa mulia dan bahagia bahwa ibu Nabi Muhammad SAW adalah seorang ibu yang menghadiahkan bagi seluruh manusia seorang pemimpin dan Rasul yang mulia.
( Aidh al-Qarni )