Salah satu kunci keberhasilan program ASI eksklusif adalah kontinuitas. Buat ibu yang bekerja, hal ini bisa dibantu dengan pembuatan ‘Bank ASI’.
ALAT
1. Freezer di rumah.
2. Freezer di kantor, jika tidak ada, termos es dengan es batu.
3. Kantong plastik biasa, ukuran 1/2 kilogram.
4. Gelas minum bersih.
5. Spidol permanen.
MEMERAH dan MENYIMPAN
1. Setidaknya sebulan sebelum masuk kerja, mulailah memerah dengan ASI dengan tangan.
- Perah areola (bagian gelap sekitar puting) dengan ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Tekan areola dengan ritme seperti ritme mengisap bayi. Arahkan aliran ASI ke gelas bersih.
- Tulis tanggal pemerahan pada kantong plastik, dengan spidol permanen.
- Masukkan ASI perahan pada kantong plastik, ikat dan simpan pada freezer.
2. Dua minggu sebelum bekerja, mulailah melatih memberi ASI perahan dengan sendok.
3. Saat ibu kembali bekerja, usahakan memerah dari kedua payudara minimal 4 jam sekali sebanyak 3 kali selama jam kerja. Simpan ASI perahan dengan plastik dalam freezer kantor atau termos es.
MENCAIRKAN ASI BEKU
1. Siapkan air hangat suam kuku dalam rantang atau panci kecil.
2. Taruh plastik berisi ASI beku dalam air hangat itu. ASI akan mencair dalam 5 menit.
MEMBERIKAN ASI
1. Pukul 06.00. Susui bayi sekenyangnya.
2. Pukul 07.00. Ibu berangkat bekerja.
3. Pukul 08.00-17.00. Bayi diberi ASI perahan di rumah. Ibu memerah ASI di kantor jam 10.00, 14.00, dan 16.00.
4. Pukul 17.00. Ibu pulang bekerja. Hentikan pemberian ASI perahan tepat pukul 17.00. Bayi segera menghisap ASI dari ibu.
5. Malam hari. Susui bayi sesering dan selama mungkin.
CATATAN :
1. Jangan biasakan memberi susu formula sebab bayi akan cepat kenyang dan kurang menghisap ASI. Jika hisapan ASI berkurang, produksi ASI otomatis turun.
2. Jangan gunakan dot, agar bayi tidak mengalami nipple confusion (bingung puting), sehingga bayi menolak puting ibu.
3. Jangan khawatir jika bayi tidak buang air setiap hari. Hampir seluruh bagian ASI bermanfaat dan tidak banyak yang harus dibuang.
4. Jika bayi sudah memasuki usia 6 bulan, berikan makanan pendamping semi padat dan hentikan sebelum pukul 17.00.
From: Ira Puspadewi, IBFAN (International Baby Food Action Network), in UMMI