Pure Oxygen

Take a deep breath….. and smile…

Archive for November 2nd, 2007


Mahar Terbaik

MAHAR TERMAHAL

Bagai tersambar petir, amarah di dada Abu Thalhah nyaris termuntahkan ketika Ummu Sulaim menolak pinangannya. Mahar yang mahal telah ditawarkan. Tapi Ummu Sulaim menjawab “Sesungguhnya orang sepertimu tidak patut ditolak. Tetapi engkau adalah laki-laki kafir dan aku seorang muslimah. Tidak layak bagiku menikah denganmu”.
Abu Thalhah bertanya : “Apa sih maumu? Yang kuning (emas) atau yang putih (perak)?”.
Ummu Sulaim berkata : “aku tidak menginginkan itu semua. Yang aku inginkan adalah Islam darimu”.
Abu Thalhah bertanya : “Pada siapa aku mendapatkan itu?”.
Ummu Sulaim menjawab : “Rasulullah SAW”.
Bergegaslah Abu Thalhah menemui Rasulullah SAW yang saat itu sedang duduk bersama sahabat-sahabatnya. Ketika Rasulullah SAW melihat Abu Thalhah beliau berkata “Telah datang Abu Thalhah dengan cahaya Islam di matanya”. Abu Thalhah menceritakan pada Rasulullah SAW apa yang dikatakan Ummu Sulaim padanya. Akhirnya Abu Thalhah pun menikahi Ummu Sulaim.

Sesungguhnya Ummu Sulaim adalah contoh yang agung bagi orang-orang yang ingin memperoleh kemuliaan dan keutamaan. Bagaimana dia meninggalkan pujian yang indah dan memilih pahala yang besar dan penuh berkah. Dia jujur pada Tuhannya, pada dirinya, dan pada manusia. Selamat mendapatkan keabadian dan kesuksesan yang menjadi penenang hatinya.

(Aidh al Qarni)

Hidup untuk Hidup?

Kita hidup. Ya, hidup, padahal kita tidak pernah memintanya. Atau paling tidak, seingat kita, hidup itu sudah ada dalam diri kita tanpa kita sadari. Dan tanpa sadar pula, kita telah berupaya sedemikian rupa, untuk mempertahankan hidup itu.

Sekarang apa tugas manusia hidup di muka bumi? Sekedar mempertahankan hidup itukah? Sekedar tidak mati sia-siakah? Atau mengisi hidup dengan segala kesenangan dan kemapanan? Atau apa?.

Ketidakmengertian akan hakekat hidup telah menyeret manusia menempuh jalan yang keliru. Mereka menganggap hidup harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk bersenang-senang, berbangga-bangga. Mumpung hidup, begitu mottonya. Itulah awal yang kemudian membuat banyak orang kesulitan. Anggapan yang membuat dinding batas tersendiri dan kelas-kelas tertentu. Persaingan kian ketat dan memperlebar jarak antar sesama manusia.

Hidup itu sebenarnya tidak sulit. Yang sulit adalah memahami tugas hidup, dan hidup sesuai dengan tugas itu, yakni sebagai khalifah di muka bumi. Sayangnya, tidak banyak yang menyadari dan mau mengemban tugas ini, sisanya hanya beranggapan bahwa hidup itu hanya melulu untuk mencari uang!. Sementara uang juga dicari juga dalam rangka untuk hidup. Jadi, ke mana sebenarnya ujung kehidupan ini?. Bukankah lucu bila hidup hanya ditujukan untuk hidup itu sendiri?.

QS 51:56 dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.

(dari Suara Hidayatullah)