| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Jan | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | ||||
Bagian 1.
Tetap semangat :
Pertolongan itu sesuai kadar usaha yang dilakukan.
Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka berusaha mengubah keadaan mereka.
Allah membantu hamba-hambaNya yang mau berusaha.
Bagian 2.
Baik sangka :
Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.
Allah akan menjadikan kelapangan setelah kesempitan.
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Berpegang teguhlah padaNya, dan bersyukurlah.
Berdoalah padaNya, niscaya Allah perkenankan bagimu.
Janganlah kamu berputus asa dari rahmatNya.
Sesungguhnya Allah Maha Luas pengampunanNya.
“Aku seperti persepsi hambaKu padaKu”.
Siapa saja yang bertakwa pada Allah, akan dijadikan untuknya jalan keluar.
Sesungguhnya, pertolongan Allah itu dekat.
Sesungguhnya rahmatNya amat dekat pada orang-orang yang berbuat baik.
Jagalah Allah, maka Allah akan menjaganya.
Kasih sayangNya menutupi murkaNya.
Adalah hal yang mustahil, sebuah keadaan tidak dapat berubah.
Orang yang sangat sabar akan mendapatkan yang terbaik.
Allah tidak menjadikan untukmu suatu kesempitan dalam dienNya.
Ingatlah padaNya, niscaya Ia ingat pula padamu.
RahmatNya meliputi segala sesuatu.
Bagian 3.
Merendahkan diri :
Nikmat apapun yang kamu dapat, itu datang dariNya.
Siapakah yang memperkenankan doa apabila seseorang berdoa padaNya?.
Tidak ada daya dan upaya selain dengan ijin Allah.
Cukuplah Allah sebagai Penolong, dan Ia adalah sebaik-baik Pelindung.
Oleh : Justine Hirscfeld & Brooke Brinsky. 11 tahun, Canada. Penyandang LD .
Dalam : Edisi pertama majalah Anak Spesial.
Aku hanyalah seorang anak,
aku butuh cinta juga,
hanya karena aku berbeda,
bukan berarti kau dapat mengabaikan aku.
Ketika aku melakukan sesuatu yang kecil,
tetap berarti suatu pencapaian yang besar bagiku.
Hidupku terlihat lambat dan kurang bercahaya dibanding yang lain,
tapi aku menolongmu menjadi sabar dan penuh syukur.
Dunia terberkati oleh orang special sepertiku,
menjadi nasibku menggapai dan menyentuh kehidupan orang-orang,
yang peduli padaku.
(Terinspirasi dari adikku Engkun dan muridku Evelyne)
Cocok banget buat sarapan atau cemilan sore. Uenak!!.
Bahan untuk 1 porsi :
- 2 lembar roti tawar. Potong miring jadi dua.
- 1 butir telur.
- merica bubuk secukupnya.
- 1/2 batang daun bawang, diiris halus.
- margarin tuk menumis
Cara Membuat :
1. Aduk telur, garam, merica, daun bawang.
2. Lumuri roti dengan adonan telur, lalu tumis di wajan anti lengket hingga kecokelatan.
Sumber : Nakita
Pada suatu hari Anas RA menuturkan kisah ini :
Ketika masa iddah Zainab sudah berakhir Rasulullah SAW berkata pada Zaid : “Lamarkan aku padanya”. Lantas Zaid berangkat menemui Zainab dan mengatakan : “Wahai Zainab, Rasulullah SAW mengutusku untuk melamarmu untuk Beliau”. Zainab menjawab : “Aku tidak bisa berbuat apa-apa sebelum melakukan istikharah untuk mendapat petunjuk dari Tuhanku”.
Inilah jawaban Zainab ketika seorang utusan Allah, manusia paling utama melamarnya. Padahal wanita beriman mana yang tidak mau mendampingi Rasulullah SAW? dan Zainab, sosok wanita beriman, tentu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan berharga ini. Namun keimanannya telah menjadikan Zainab lebih mengutamakan pilihan Allah. Dia lebih mengutamakan istikharah untuk meminta jawaban yang terbaik dari Allah. Keteguhan hati Zainab inilah yang akhirnya menjadikan dia berkedudukan mulia, yaitu menjadi salah satu pendamping Rasulullah SAW.
Nah bagaimana dengan kita, Sist?. ![]()
(BHRM, Mas Udik Abdullah, Pro-U Media)
Adakalanya liburan dialami para murid sekolah, cuti diperoleh para pegawai kantor, dan istirahat diberikan di sela kegiatan. Tetapi, itu semua bukan dari Tuhan, sebab setiap muslim tidak punya libur, cuti dan istirahat sebelum kakinya melangkah ke surga.
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang padamu ajal” (QS Al-Hijr : 99)
Kita tidak punya waktu libur sepanjang siang dan malam, karena malaikat pencatat amal kebaikan senantiasa mencatat dan menulisnya; demikian pula malaikat pencatat amal keburukan senantiasa menghitung dan mencatatnya.
“Biarkan mereka di dunia ini makan dan bersenang-senang, dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui akibat perbuatan mereka” (QS Al-Hijr : 3)
Apakah kita yakin bahwa kita tidak akan mati, kecuali bila telah tua?.
“Maka apakah kamu mengira Kami menciptakan kamu secara main-main saja dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan pada Kami? …” (QS Al-Mukminuun : 115)
Ini adalah transaksi yang tertulis, perjanjian yang dikuatkan, dagangan yang ditawarkan.
Pihak pembeli adalah Allah. Pihak penjual adalah orang-orang mukmin. Siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah?. Dagangan yang ditawarkan adalah surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Barangsiapa yang masuk ke dalamnya, maka ia tidak akan tua, tidak akan menyesal, dan tidak akan pudar kemudaannya.
Harta benda, jiwa raga dan kehormatan, semuanya milik yang menciptakannya. Semuanya ada pada kita hanyalah sebagai pinjaman, maka pemilik sebenarnyalah yang lebih berhak dengannya.
Sebenarnya kita tidak memiliki apa pun. Semuanya adalah pemberian, hibah, dan anugerah dari Allah belaka. Dia yang menciptakan, yang memberi rizki, yang memaafkan, yang menutupi kesalahan, yang memiliki sifat lembut, dan yang memberi jaminan.
(Aidh al Qarni)
"Sesungguhnya aku sakit sebagaimana dua orang di antara kalian sakit".
Ini adalah kalimat yang diungkapkan oleh Nabi Muhammad SAW saat demam mencekam tubuhnya, sebagaimana berbagai kejadian & cobaan menderanya.
Cobaan ditimpakan menurut kadar kecintaan dan pahala diberikan sesuai kadar kesabaran. Dan kekasih yang paling disayang Tuhannya adalah orang yang paling Dia muliakan kedudukannya. Dialah rasul kita, Muhammad SAW. Allah, apabila menyukai seorang hamba, ditimpakanlah cobaan padanya, untuk Dia lihat dalam kenyataan akan kesabaran, syukur, berserah diri, dan ketaatannya. Adapun Rasul kita SAW adalah pemimpin orang-orang yang sabar; tiada seorangpun mengalahkan beliau dalam bidang kesabaran. Beliau adalah anutan orang-orang yang bersyukur; tiada seorang manusia pun yang dapat mengalahkannya dalam bidang syukur. Allah menghimpunkan baginya dua kedudukan dan dua derajat, berkat puncak kesabaran dan ketinggian syukurnya.
"Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu kesusahan, kepayahan, kelelahan, dan rasa sakit, hingga tertusuk duri sekalipun, melainkan Allah akan menghapuskan karenanya sebagian dari dosa-dosanya" (HR Bukhari, Muslim, Ahmad dll)
Kalau begitu berarti di sana ada Tuhan yang menghapuskan dosa-dosa, iman yang terpelihara, kebaikan yang diberikan, dan pahala yang dinantikan, maka selamatlah bagi orang-orang yang mengikuti Rasul.
(Aidh al Qarni)
MAHAR TERMAHAL
Bagai tersambar petir, amarah di dada Abu Thalhah nyaris termuntahkan ketika Ummu Sulaim menolak pinangannya. Mahar yang mahal telah ditawarkan. Tapi Ummu Sulaim menjawab “Sesungguhnya orang sepertimu tidak patut ditolak. Tetapi engkau adalah laki-laki kafir dan aku seorang muslimah. Tidak layak bagiku menikah denganmu”.
Abu Thalhah bertanya : “Apa sih maumu? Yang kuning (emas) atau yang putih (perak)?”.
Ummu Sulaim berkata : “aku tidak menginginkan itu semua. Yang aku inginkan adalah Islam darimu”.
Abu Thalhah bertanya : “Pada siapa aku mendapatkan itu?”.
Ummu Sulaim menjawab : “Rasulullah SAW”.
Bergegaslah Abu Thalhah menemui Rasulullah SAW yang saat itu sedang duduk bersama sahabat-sahabatnya. Ketika Rasulullah SAW melihat Abu Thalhah beliau berkata “Telah datang Abu Thalhah dengan cahaya Islam di matanya”. Abu Thalhah menceritakan pada Rasulullah SAW apa yang dikatakan Ummu Sulaim padanya. Akhirnya Abu Thalhah pun menikahi Ummu Sulaim.
Sesungguhnya Ummu Sulaim adalah contoh yang agung bagi orang-orang yang ingin memperoleh kemuliaan dan keutamaan. Bagaimana dia meninggalkan pujian yang indah dan memilih pahala yang besar dan penuh berkah. Dia jujur pada Tuhannya, pada dirinya, dan pada manusia. Selamat mendapatkan keabadian dan kesuksesan yang menjadi penenang hatinya.
(Aidh al Qarni)
Kita hidup. Ya, hidup, padahal kita tidak pernah memintanya. Atau paling tidak, seingat kita, hidup itu sudah ada dalam diri kita tanpa kita sadari. Dan tanpa sadar pula, kita telah berupaya sedemikian rupa, untuk mempertahankan hidup itu.
Sekarang apa tugas manusia hidup di muka bumi? Sekedar mempertahankan hidup itukah? Sekedar tidak mati sia-siakah? Atau mengisi hidup dengan segala kesenangan dan kemapanan? Atau apa?.
Ketidakmengertian akan hakekat hidup telah menyeret manusia menempuh jalan yang keliru. Mereka menganggap hidup harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk bersenang-senang, berbangga-bangga. Mumpung hidup, begitu mottonya. Itulah awal yang kemudian membuat banyak orang kesulitan. Anggapan yang membuat dinding batas tersendiri dan kelas-kelas tertentu. Persaingan kian ketat dan memperlebar jarak antar sesama manusia.
Hidup itu sebenarnya tidak sulit. Yang sulit adalah memahami tugas hidup, dan hidup sesuai dengan tugas itu, yakni sebagai khalifah di muka bumi. Sayangnya, tidak banyak yang menyadari dan mau mengemban tugas ini, sisanya hanya beranggapan bahwa hidup itu hanya melulu untuk mencari uang!. Sementara uang juga dicari juga dalam rangka untuk hidup. Jadi, ke mana sebenarnya ujung kehidupan ini?. Bukankah lucu bila hidup hanya ditujukan untuk hidup itu sendiri?.
QS 51:56 dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.
(dari Suara Hidayatullah)
Idul Adha, disebut juga Idul Qurban, karena memang penyembelihan hewan qurban dilaksanakan tepat setelah menunaikan shalat hari raya itu, yaitu 10 Dzulhijjah sampai matahari terbenam tanggal 13 Dzulhijjah (Hari Tasyrik).
Ibadah Qurban, seperti juga serangkaian ritual hati, merupakan syariat Nabi Ibrahim yang dilanjutkan dan dilestarikan oleh Nabi Muhammad SAW dan umatnya, bertolak dari ajaranNYA.
QS Al-Kautsar : 1-2 "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah".
Qurban yang dilakukan Ibrahim, adalah peristiwa yang menunjukkan makna tentang larangan bagi kita untuk menghamba pada insting-insting primitif kebendaan, larut dalam bujuk rayu materialisme hedonistik yang serba palsu, dan menjajikan kesenangan sesaat dan artifisial penuh rekayasa. Qurban adalah peristiwa yang melukiskan PERGULATAN iman Ibrahim; antara MEMILIH Allah atau Ismail, anaknya sendiri yang kelahirannya telah dinanti selama 100 tahun.
Hikayat dramatis ini diabadikan dalam QS Ash-Shaffat : 100-111, tentang makna hakiki dari sebuah pengorbanan. Menjelang Idul Adha 2007 ini, kita diingatkan tuk melakukan napak tilas dengan menjadi Ibrahim-Ibrahim kecil yang ikhlas dan rendah hati mengorbankan ‘Ismail’ yang paling kita cintai.
(Kutipan dari brosur MHQ 1428H An Nuur)
More about QURBAN
http://madrosah.multiply.com/journal/item/9
http://unteaq08.multiply.com/journal/item/7
http://daffodilmuslimah.multiply.com/journal/item/37