Pure Oxygen

Take a deep breath….. and smile…

Archive for the ‘Belief & Enlightenment’


Kabar Baik 3

"Sesungguhnya aku sakit sebagaimana dua orang di antara kalian sakit".

Ini adalah kalimat yang diungkapkan oleh Nabi Muhammad SAW saat demam mencekam tubuhnya, sebagaimana berbagai kejadian & cobaan menderanya.

Cobaan ditimpakan menurut kadar kecintaan dan pahala diberikan sesuai kadar kesabaran. Dan kekasih yang paling disayang Tuhannya adalah orang yang paling Dia muliakan kedudukannya. Dialah rasul kita, Muhammad SAW. Allah, apabila menyukai seorang hamba, ditimpakanlah cobaan padanya, untuk Dia lihat dalam kenyataan akan kesabaran, syukur, berserah diri, dan ketaatannya. Adapun Rasul kita SAW adalah pemimpin orang-orang yang sabar; tiada seorangpun mengalahkan beliau dalam bidang kesabaran. Beliau adalah anutan orang-orang yang bersyukur; tiada seorang manusia pun yang dapat mengalahkannya dalam bidang syukur. Allah menghimpunkan baginya dua kedudukan dan dua derajat, berkat puncak kesabaran dan ketinggian syukurnya.

"Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu kesusahan, kepayahan, kelelahan, dan rasa sakit, hingga tertusuk duri sekalipun, melainkan Allah akan menghapuskan karenanya sebagian dari dosa-dosanya" (HR Bukhari, Muslim, Ahmad dll)

Kalau begitu berarti di sana ada Tuhan yang menghapuskan dosa-dosa, iman yang terpelihara, kebaikan yang diberikan, dan pahala yang dinantikan, maka selamatlah bagi orang-orang yang mengikuti Rasul.

(Aidh al Qarni)

Mahar Terbaik

MAHAR TERMAHAL

Bagai tersambar petir, amarah di dada Abu Thalhah nyaris termuntahkan ketika Ummu Sulaim menolak pinangannya. Mahar yang mahal telah ditawarkan. Tapi Ummu Sulaim menjawab “Sesungguhnya orang sepertimu tidak patut ditolak. Tetapi engkau adalah laki-laki kafir dan aku seorang muslimah. Tidak layak bagiku menikah denganmu”.
Abu Thalhah bertanya : “Apa sih maumu? Yang kuning (emas) atau yang putih (perak)?”.
Ummu Sulaim berkata : “aku tidak menginginkan itu semua. Yang aku inginkan adalah Islam darimu”.
Abu Thalhah bertanya : “Pada siapa aku mendapatkan itu?”.
Ummu Sulaim menjawab : “Rasulullah SAW”.
Bergegaslah Abu Thalhah menemui Rasulullah SAW yang saat itu sedang duduk bersama sahabat-sahabatnya. Ketika Rasulullah SAW melihat Abu Thalhah beliau berkata “Telah datang Abu Thalhah dengan cahaya Islam di matanya”. Abu Thalhah menceritakan pada Rasulullah SAW apa yang dikatakan Ummu Sulaim padanya. Akhirnya Abu Thalhah pun menikahi Ummu Sulaim.

Sesungguhnya Ummu Sulaim adalah contoh yang agung bagi orang-orang yang ingin memperoleh kemuliaan dan keutamaan. Bagaimana dia meninggalkan pujian yang indah dan memilih pahala yang besar dan penuh berkah. Dia jujur pada Tuhannya, pada dirinya, dan pada manusia. Selamat mendapatkan keabadian dan kesuksesan yang menjadi penenang hatinya.

(Aidh al Qarni)

Hidup untuk Hidup?

Kita hidup. Ya, hidup, padahal kita tidak pernah memintanya. Atau paling tidak, seingat kita, hidup itu sudah ada dalam diri kita tanpa kita sadari. Dan tanpa sadar pula, kita telah berupaya sedemikian rupa, untuk mempertahankan hidup itu.

Sekarang apa tugas manusia hidup di muka bumi? Sekedar mempertahankan hidup itukah? Sekedar tidak mati sia-siakah? Atau mengisi hidup dengan segala kesenangan dan kemapanan? Atau apa?.

Ketidakmengertian akan hakekat hidup telah menyeret manusia menempuh jalan yang keliru. Mereka menganggap hidup harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk bersenang-senang, berbangga-bangga. Mumpung hidup, begitu mottonya. Itulah awal yang kemudian membuat banyak orang kesulitan. Anggapan yang membuat dinding batas tersendiri dan kelas-kelas tertentu. Persaingan kian ketat dan memperlebar jarak antar sesama manusia.

Hidup itu sebenarnya tidak sulit. Yang sulit adalah memahami tugas hidup, dan hidup sesuai dengan tugas itu, yakni sebagai khalifah di muka bumi. Sayangnya, tidak banyak yang menyadari dan mau mengemban tugas ini, sisanya hanya beranggapan bahwa hidup itu hanya melulu untuk mencari uang!. Sementara uang juga dicari juga dalam rangka untuk hidup. Jadi, ke mana sebenarnya ujung kehidupan ini?. Bukankah lucu bila hidup hanya ditujukan untuk hidup itu sendiri?.

QS 51:56 dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.

(dari Suara Hidayatullah)

Qurban apa tahun ini?

Idul Adha, disebut juga Idul Qurban, karena memang penyembelihan hewan qurban dilaksanakan tepat setelah menunaikan shalat hari raya itu, yaitu 10 Dzulhijjah sampai matahari terbenam tanggal 13 Dzulhijjah (Hari Tasyrik).

Ibadah Qurban, seperti juga serangkaian ritual hati, merupakan syariat Nabi Ibrahim yang dilanjutkan dan dilestarikan oleh Nabi Muhammad SAW dan umatnya, bertolak dari ajaranNYA.
QS Al-Kautsar : 1-2 "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah".

Qurban yang dilakukan Ibrahim, adalah peristiwa yang menunjukkan makna tentang larangan bagi kita untuk menghamba pada insting-insting primitif kebendaan, larut dalam bujuk rayu materialisme hedonistik yang serba palsu, dan menjajikan kesenangan sesaat dan artifisial penuh rekayasa. Qurban adalah peristiwa yang melukiskan PERGULATAN iman Ibrahim; antara MEMILIH Allah atau Ismail, anaknya sendiri yang kelahirannya telah dinanti selama 100 tahun.

Hikayat dramatis ini diabadikan dalam QS Ash-Shaffat : 100-111, tentang makna hakiki dari sebuah pengorbanan. Menjelang Idul Adha 2007 ini, kita diingatkan tuk melakukan napak tilas dengan menjadi Ibrahim-Ibrahim kecil yang ikhlas dan rendah hati mengorbankan ‘Ismail’ yang paling kita cintai.

(Kutipan dari brosur MHQ 1428H An Nuur)

More about QURBAN

http://madrosah.multiply.com/journal/item/9

http://unteaq08.multiply.com/journal/item/7

http://daffodilmuslimah.multiply.com/journal/item/37

Kabar Baik 2

Allah mengajarkan padamu untuk hidup bahagia, tenang, dan selalu yakin padaNya.

Jangan bersedih dan putus asa, atas apa yang hilang dari dunia. Jangan sedih atas hari kemarin, karena dia tidak akan kembali. Jangan pula meratapi hari ini, karena dia pasti pergi. Impikanlah matahari yang bersinar terang esok hari.

Tidakkah kau tahu, bahwa kesulitan itu selalu diikuti oleh kemudahan, seperti kesabaran yang selalu diiringi kesenangan. Adalah suatu yang mustahil, sebuah keadaan tidak pernah berubah.

Allah lebih kasih sayang pada hamba-hambaNya daripada seorang perempuan pada anaknya. Menjauh dariNya tidak akan membuahkan sesuatu kecuali rasa sakit.

Sesungguhnya perasaan dekat denganNya melahirkan ketentraman denganNya, kebahagiaan dengan perhatianNya, dan kegembiraan dengan perlindunganNya. Sesungguhnya perasaan dekat itu adalah buah dari ketaatan kepadaNya dan hasil dari mencintaiNya.

(Aidh al Qarni)

Asal - usul

Pernahkah kita berpikir bahwa kita sering memberi nilai kepada sesuatu karena tampilan terkininya, bukan karena asal-usulnya?. Contohnya penilaian kita kepada nasi dan beras.

Kita cenderung lebih menghargai nasi daripada beras karena nasi bisa langsung dimakan. Padahal jika kita runut asal-usulnya, nasi bukanlah apa-apa, jika beras tidak rela menjalani proses menjadi nasi. Dan jika kita runut lagi, beras juga bukan apa-apa, sebab ia adalah hasil dari proses tanam dan tumbuh selama berbulan-bulan dari akar, batang dan daun padi.

Begitu juga hidup kita. Kita sering menilai seseorang karena tampilan terkininya yang cantik, sehat, mapan, pintar, atau soleh, karena memang sosok itu yang berhubungan langsung dengan kita. Padahal jika kita runut asal-usulnya, manusia adalah hasil dari proses panjang dan rumit dari masa janin hingga dewasa.

Kenyataan inilah yang seharusnya membuat segala sesuatu dinilai berharga, bermartabat dan mulia. Seorang anak jalanan yang tergolek di trotoar, adalah mahluk berharga yang tidak mungkin dicari gantinya jika kita renungkan bagaimana proses asal-usulnya. Sepotong roti yang kita buang karena kita kekenyangan, adalah benda yang berharga karena ia telah melewati proses yang panjang hingga menjadi roti. Segelas air yang kita buang adalah benda berharga jika kita memikirkan bagaimana ia menjalani proses hingga hadir di hadapan kita.

Nah, tak ada sesuatu pun yang tak berharga dari kehidupan jika kita mau sejenak saja memikirkan proses asal-usulnya.

(IYUS in Annida)

Doaku Terjawab Sudah

Ketika ku mohon padaNYA kekuatan, IA beri aku tantangan agar aku jadi kuat.

Ketika ku mohon padaNYA kebijaksanaan, IA memberiku masalah tuk ku pecahkan.

Ketika ku mohon padaNYA kemakmuran, IA memberiku akal tuk berpikir.

Ketika ku mohon padaNYA cinta, IA memberiku orang-orang untuk ku tolong, ku cintai.

Ketika ku mohon padaNYA bantuan, IA memberiku jalan.

Ketika ku mohon padaNYA ampunan, IA memberiku kesempatan.

Aku mungkin belum menerima apa yang ku pinta, tapi aku selalu menerima apa yang kubutuhkan saat ini, apa yang terbaik menurutNYA. Doaku terjawab sudah.

( sumbernya dari mana ya.. aku lupa..yang jelas seh dari fotokopian yang dikasih temenku jaman dahulu :) )

Merenda Kesabaran

Sabar adalah berusaha agar hati kita senantiasa husnudzhan padaNYA, menerima segala ketentuanNYA walaupun terasa pahit, menyakitkan dan meresahkan.

Sabar adalah merasa bahagia apabila kita dapat membuat orang lain tersenyum, apabila kita bisa membahagiakan orang lain.

Sabar adalah meniti hari dengan memelihara diri menjadi seseorang yang tenang, matang dan dewasa.

Sabar adalah tiada lelah berdoa meminta padaNYA dan yakin suatu saat akan dikabulkan; tidak di dunia ya di akhirat.

Sabar adalah berikhtiar maksimal, dan hasilnya kita serahkan padaNYA. Satu catatan, ikhtiar itu harus sesuai dengan aturanNYA.

Sabar adalah mensyukuri nikmatNYA dengan memanfaatkan segala yang kita miliki tuk menegakkan dienNYA, sebelum DIA mengambilnya kembali dengan cara yang terbaik menurutNYA.

Menguatkan kesabaran yang kita miliki adalah bagian dari kesabaran.

Pandanglah Awan

Jadilah engkau seorang yang mempunyai cita-cita yang tinggi. Aku berharap engkau selalu meningkat, jadi yang terbaik, selalu dan selalu. Berhati-hatilah dan jangan sampai turun dan jatuh.

Ketahuilah hidup itu hanya beberapa menit, bahkan hanya beberapa detik. Jadilah engkau seperti semut dalam kesungguhan, ketekunan, dan kesabaran. Coba, dan terus coba. Bertobatlah jika engkau kembali melakukan dosa, dan kembalilah pada pintu tobat. Hafalkan kembali al-Quran jika engkau telah lupa. Kembalilah mengingatnya tuk yang kedua kalinya, ketiga kalinya..bahkan untuk kesepuluh kalinya. Yang terpenting, engkau tidak merasa gagal dan frustasi, sebab sejarah kehidupan tidak pernah mengenal kata akhir; akal tidak mengenal kata selesai..di sana selalu ada selalu ada upaya dan perbaikan.

Sesungguhnya umur itu seperti tubuh yang mungkin bisa dipercantik dengan operasi, seperti bangunan yang masih mungkin direnovasi. Jauhi sekolah bernama kemalasan dan kegagalan. Hilangkan prediksi-prediksi sakit, bencana, kesedihan, musibah, kesulitan dari hatimu.

QS Al Maidah : 23 "Dan hanya pada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman"

Aidh al-Qarni

(wake up !!!)

Being a Mom

Saudariku, sesungguhnya bersama kesusahan ada kemudahan. Setelah cucuran air mata, akan terbit senyuman. Setelah malam ada siang.

Ketahuilah, sesungguhnya engkau diganjar pahala. Jika engkau seorang ibu, anak-anakmu akan menjadi penyokong Islam, jika engkau mendidik mereka dengan benar. Mereka akan berdoa untukmu dalam sujud-sujud mereka. Sungguh nikmat yang luar biasa menjadi seorang ibu yang penuh kasih dan kelembutan. Dan cukuplah bagimu untuk merasa mulia dan bahagia bahwa ibu Nabi Muhammad SAW adalah seorang ibu yang menghadiahkan bagi seluruh manusia seorang pemimpin dan Rasul yang mulia.

( Aidh al-Qarni )