Pure Oxygen

Take a deep breath….. and smile…

Archive for the ‘Pregnancy & Maternity’


Membuat Bank ASI

Salah satu kunci keberhasilan program ASI eksklusif adalah kontinuitas. Buat ibu yang bekerja, hal ini bisa dibantu dengan pembuatan ‘Bank ASI’.

ALAT

1. Freezer di rumah.
2. Freezer di kantor, jika tidak ada, termos es dengan es batu.
3. Kantong plastik biasa, ukuran 1/2 kilogram.
4. Gelas minum bersih.
5. Spidol permanen.

MEMERAH dan MENYIMPAN

1. Setidaknya sebulan sebelum masuk kerja, mulailah memerah dengan ASI dengan tangan.
- Perah areola (bagian gelap sekitar puting) dengan ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Tekan areola dengan ritme seperti ritme mengisap bayi. Arahkan aliran ASI ke gelas bersih.
- Tulis tanggal pemerahan pada kantong plastik, dengan spidol permanen.
- Masukkan ASI perahan pada kantong plastik, ikat dan simpan pada freezer.

2. Dua minggu sebelum bekerja, mulailah melatih memberi ASI perahan dengan sendok.

3. Saat ibu kembali bekerja, usahakan memerah dari kedua payudara minimal 4 jam sekali sebanyak 3 kali selama jam kerja. Simpan ASI perahan dengan plastik dalam freezer kantor atau termos es.

MENCAIRKAN ASI BEKU

1. Siapkan air hangat suam kuku dalam rantang atau panci kecil.
2. Taruh plastik berisi ASI beku dalam air hangat itu. ASI akan mencair dalam 5 menit.

MEMBERIKAN ASI

1. Pukul 06.00. Susui bayi sekenyangnya.
2. Pukul 07.00. Ibu berangkat bekerja.
3. Pukul 08.00-17.00. Bayi diberi ASI perahan di rumah. Ibu memerah ASI di kantor jam 10.00, 14.00, dan 16.00.
4. Pukul 17.00. Ibu pulang bekerja. Hentikan pemberian ASI perahan tepat pukul 17.00. Bayi segera menghisap ASI dari ibu.
5. Malam hari. Susui bayi sesering dan selama mungkin.

CATATAN :

1. Jangan biasakan memberi susu formula sebab bayi akan cepat kenyang dan kurang menghisap ASI. Jika hisapan ASI berkurang, produksi ASI otomatis turun.
2. Jangan gunakan dot, agar bayi tidak mengalami nipple confusion (bingung puting), sehingga bayi menolak puting ibu.
3. Jangan khawatir jika bayi tidak buang air setiap hari. Hampir seluruh bagian ASI bermanfaat dan tidak banyak yang harus dibuang.
4. Jika bayi sudah memasuki usia 6 bulan, berikan makanan pendamping semi padat dan hentikan sebelum pukul 17.00.

From:  Ira Puspadewi, IBFAN (International Baby Food Action Network), in UMMI

Mitos-mitos Kehamilan

Banyak mitos seputar kehamilan berkembang di masyarakat. Apakah mitos-mitos ini benar atau hanya sekedar mitos?.

SEMAKIN TUA WANITA, SEMAKIN SULIT HAMIL.
Mitos ini tidak benar. Selama wanita mengalami masa subur, berarti ia masih bisa hamil. Kehamilan di usia tua tidak membahayakan si ibu, apalagi dengan majunya teknik kedokteran saat ini. Seperti ibu yang hamil di usia muda, pemeriksaan yang teratur harus dilakukan, untuk melacak kesehatan janin.

MAKAN UNTUK DUA ORANG.
Memang selama kehamilan seorang ibu diharapkan memeperhatikan gizi dengan baik. Tetapi ini bukan alasan untuk ibu boleh makan sesuka hatinya. Selama hamil berat ibu mengalami peningkatan. Ini karena janin bertambah besar, dan cairan ketuban bertambah. Begitu juga payudara yang mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan bayi setelah lahir. Kenaikan berat badan yang normal adalah 13-15 kilogram. Bila kenaikan di atas itu, setelah melahirkan ibu akan kesulitan dalam bergerak dan menurunkan berat badannya.

MERAWAT BAYI ITU SESUAI NALURI.
Banyak wanita berpendapat bahwa merawat bayi adalah hal yang alami. Padahal, seperti halnya keterampilan lainnya, calon ibu harus mempelajari cara merawat bayi. Keterampilan merawat bayi dapat diperoleh dari buku, dokter, atau ibu-ibu yang sudah berpengalaman merawat bayi.

PAYUDARA KECIL TIDAK BISA MENYUSUI.
Hampir semua ibu bisa memproduksi air susu setelah bayinya lahir, dan berhasil menyusui walaupun payudaranya kecil. Sebenarnya kegiatan menyusui berlangsung berdasarkan sistem kebutuhan dan pemenuhan. Jadi bila ibu sering menyusui bayi anda, makin banyak pula produksi ASI.

OLAHRAGA DAPAT MENCELAKAKAN JANIN.
Ini mitos. Olahraga dapat membuat tubuh lebih segar dan nyaman, yang berarti mempersiapkan tubuh dalam menghadapi persalinan. Olahraga ringan dan senam tidak akan membahayakan janin karena janin dilindungi oleh cairan ketuban. Namun bila ibu berolahraga terlalu berat hingga kelelahan dan kesakitan, itu tidak baik untuk janin, karena janin bisa kekurangan oksigen.

MELAHIRKAN ITU SANGAT MENYAKITKAN.
Melahirkan sebenarnya merupakan peristiwa alami. Namun tidak ada seorang pun yang dapat memperkirakan atau menggambarkan rasa sakitnya. Bagaimana seseorang menilai rasa sakit, juga mempengaruhi berat tidaknya persalinan tersebut.

Salah satu cara memahami rasa sakit saat melahirkan adalah dengan mengetahui peristiwa melahirkan dari ibu, saudara atau teman yang pernah melahirkan. Rasa sakit juga bisa dikurangi dengan teknik pernapasan dan relaksasi. Namun ada satu aspek penting yang harus dipahami calon ibu, yaitu pemahaman bahwa melahirkan adalah salah satu bentuk jihad seorang perempuan, sehingga setiap rasa sakit yang diterimanya dengan ikhlas, insyaAllah akan berbuah pahala.

Sumber : Ayahbunda

Agar Bayi Tidur Lelap

Pada umumnya bayi peka pada perubahan lingkungan, sehingga sering menangis dan sulit tidur. Orang tua jaman dulu menggunakan cara ini supaya bayi mudah tidur. Buah pala diparut, dibubuhi sedikit air teh yang kental, lalu ditapalkan pada dahi atau ubun-ubun bayi.