MASIH PERCAYA NENEK MOYANG KITA KERA?

Posted on January 1, 2009 by inne78.
Categories: Science & Tech.

Siapa bintang iklan XL? Luna Maya? Bukan! Itu lo yang satu lagi, yang bulunya banyak. Orang utan? Yak tul. Tau ga seh, katanya, orang utan itu saudara kita, dan kera adalah nenek moyang kita!. Bener ga seh?.

Kenal Charles Darwin?. Charles Darwin adalah penggagas teori evolusi. Teori ini mencetuskan ide bahwa manusia adalah hasil perkembangan dari mahluk sejenis orang utan atau kera.

Pak Charles mengatakan bahwa terdapat bentuk perantaraan antara nenek moyang kita dengan generasi manusia modern seperti kita. Bentuk-bentuk itu adalah ‘manusia’ Australopithecus, Homo habilis, Homo erectus dan Homo sapiens.

Namun, teori ini banyak dibantah oleh para ahli anatomi. Mereka memperlihatkan bahwa fosil Australopithecus (yang berarti Kera Afrika Selatan) adalah fosil spesies kera biasa yang telah lama punah dan hampir tidak ada kemiripannya dengan manusia.

Penelitian lain dari para ahli palaentologis memperlihatkan bahwa Australopithecus, Homo habilis dan Homo erectus hidup di bagian dunia yang berbeda pada saat yang bersamaan.

Dalam pencarian fosil, ternyata tidak diketemukan bentuk-bentuk perantara (Pak Charles menyebutnya ‘Rantai yang Hilang’). Semua fosil yang diketemukan justru membuktikan bahwa kehidupan muncul dalam saat yang sama, dalam bentuk sempurna dan terencana, tanpa melalui bentuk perantara dulu. Hal ini juga bukti bahwa kehidupan tidak terjadi secara kebetulan melainkan karena adanya penciptaan.

Teori lain yang dikembangkan Pak Charles dan kawan-kawannya adalah :

1.SEL TUNGGAL.

semua spesiesmahluk hidup berasal dari sel tunggal. Sel ini hidup di bumi 3,8 miliar tahun yang lalu. Sel tersebut terbentuk secara kebetulan karena hukum alam.

Masih ingat tentang sel kan? Walaupun sel berukuran kecil, susunan dalamnya sangat rumit. Bagaimana mungkin suatu hal yang sangat rumit terbentuk secara kebetulan?.

Sel berperan sangat besar dalam menyusun miliaran spesies mahluk hidup di bumi. Namun, bagaimana sebuah sel bisa menyusun miliaran spesies hidup yang lebih rumit? Teori Pak Charles tentang sel tunggal ini tidak mampu menjawabnya.

2. Seleksi alam.

Teori ini berpandangan bahwa mahluk yang lebih kuat dan pandai dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, akan bertahan hidup.

Perhatikan contoh berikut. Rusa hidup di di hutan sejak jaman dulu. Mereka hidup di bawah bayang-bayang binatang buas dan kuat seperti singa. Sepanjang hidupnya mereka jadi buruan singa. Perhatikan, apakah saat ini rusa sudah musnah? Ternyata tidak. Atau, apakah rusa-rusa sudah menyesuaikan diri dengan keadaan dan mengubah dirinya menjadi hewan yang buas? Tidak juga.

3. PEMBENTUKAN SPESIES BARU.

Teori ini diajukan oleh Lamarck. Begini kira-kira bunyinya : sifat-sifat mahluk hidup dapat berakumulasi dari satu generasi ke generasi selanjutnya sehingga menciptakan spesies baru. Misalnya, menurut teori ini, jerapah adalah hasil perkembangan dari kijang. Kok bisa?. Karena kijang memakan dedaunan di pohon yang tinggi, lambat-laun leher mereka akan memanjang, dan akhirnya mereka berkembang menjadi spesies baru yaitu jerapah.

Teori ini ditangkis oleh Hukum Keturunan Mendel yaitu bahwa sifat-sifat mahluk diwariskan sama pada generasi berikutnya. Variabilitas (keanekaragaman) dapat saja terjadi, misal ayam betina putih yang menghasilkan anak ayam berwarna hitam atau putih, tetapi tidak sampai menghasilkan spesies baru, misalnya sapi.

4. Teori SINTETIS MODERN.

Teori ini mengungkapkan faktor mutasi sebagai faktor tambahan bagi keberagaman variasi mahluk hidup. Mutasi? Apaan tuh?. Mutasi adalah penyimpangan dalam gen yang disebabkan faktor luar seperti radiasi atau kesalahan penggandaan gen. Menurut teori ini, beberapa organ vital seperti telinga, sayap, paru-paru, dan mata, adalah hasil mutasi dari organ lainnya.

Teori ini dibantah oleh ahli genetika; mutasi merupakan proses kecil, acak, dan jarang. Penelitian genetika justru membuktikan bahwa semua mutasi justru bersifat merusak. Contoh dari mutasi terhadap sel manusia adalah penyakit kanker.

Semua uraian di atas memperlihatkan bahwa teori evolusi dan kawan-kawannya sebenarnya sudah terbantahkan. Teori-teori di atas sangat bertentangan dengan sains dan tidak didukung dengan adanya bukti. Misalnya, sampai saat ini tidak diketemukan fosil-fosil perantara. Bentuk-bentuk mahluk perantara yang ada saat ini adalah rekaan Pak Charles dan kawan-kawannya.

Namun, masih banyak kalangan yang kukuh mempertahankan teori-teori di atas. Tanya kenapa?. Karena teori evolusi dan kawan-kawannya merupakan keyakinan bagi para pengikut filsafat materialis. Apa lagi nih?. Aliran filsafat ini menganggap bahwa semua bentuk kehidupan tercipta dari materi, secara kebetulan, sebagai hasil dari proses di alam. Aliran ini menolak fakta penciptaan dan adanya Tuhan. Padahal, bagi siapapun yang mampu menggunakan hati dan pikirannya secara jernih, pasti paham bahwa mahluk hidup yang luar biasa rumit susunannya tidak mungkin terbentuk dengan sendirinya, dan secara kebetulan. Pasti ada yang menciptakan mahluk-mahluk itu. Ia yang melengkapi mahluk-mahluk itu dengan organ-organ yang super rumit dan canggih, dalam sebuah desain yang bagus, lalu sempurna dan diisi dengan ruh atas kehendakNya.

Mau contoh nyata?. Kita amati mata kita.

Perhatikan tangan kita yang sedang memegang mouse lalu angkat kepala dan lihat ke sekeliling. Sekarang pikirkan, adakah alat yang mampu menangkap gambar setajam mata kita?. Sebuah kamera 12 megapiksel dengan lensa Carl Zeiss sekalipun, tidak akan menyajikan gambar langsung setajam mata kita.

Kita amati telinga kita. Kita tahu teknologi stereo dan HI-FI, yang katanya bisa menghasilkan suara seindah aslinya. Namun coba saja, saat alat dinyalakan atau musik diganti terdengar bunyi desis. Perhatikan bahwa ini tidak terjadi pada telinga kita yang super canggih. Saat kita bangun tidur, tanpa perlu kita nyalakan, tanpa desis, telinga langsung berfungsi dan mampu menangkap suara dengan tajam dan jernih.

Jika suatu alat yang lebih kuno dihasilkan bukan secara kebetulan, melainkan oleh usaha panjang para produser alat elektronik, maka mungkinkah mata dan telinga yang supercanggih terbentuk secara kebetulan?.

Disarikan dari :

Harun Yahya, Kesalahan Konsep Teori Evolusi, Senayan Abadi Publishing.

Website : www.harunyahya.com.

The Deception Of Evolution

Posted on September 27, 2007 by inne78.
Categories: Science & Tech.

Darwinism, in other words the theory of evolution, was put forward with the aim of denying the fact of creation, but is in truth nothing but failed, unscientific nonsense. This theory, which claims that life emerged by chance from inanimate matter, was invalidated by the scientific evidence of clear “design” in the universe and in living things. In this way, science confirmed the fact that Allah created the universe and the living things in it. The propaganda carried out today in order to keep the theory of evolution alive is based solely on the distortion of the scientific facts, biased interpretation, and lies and falsehoods disguised as science.

Yet this propaganda cannot conceal the truth. The fact that the theory of evolution is the greatest deception in the history of science has been expressed more and more in the scientific world over the last 20-30 years. Research carried out after the 1980s in particular has revealed that the claims of Darwinism are totally unfounded, something that has been stated by a large number of scientists. In the United States in particular, many scientists from such different fields as biology, biochemistry and paleontology recognize the invalidity of Darwinism and employ the concept of intelligent design to account for the origin of life. This “intelligent design” is a scientific expression of the fact that Allah created all living things.

We have examined the collapse of the theory of evolution and the proofs of creation in great scientific detail in many of our works, and are still continuing to do so. Given the enormous importance of this subject, it will be of great benefit to summarize it here.

-The Scientific Collapse of Darwinism
-
Although this doctrine goes back as far as ancient Greece, the theory of evolution was advanced extensively in the nineteenth century. The most important development that made it the top topic of the world of science was Charles Darwin’s The Ori f Species, published in 1859. In this book, he denied that Allah created different living species on Earth separately, for he claimed that all living beings had a common ancestor and had diversified over time through small changes. Darwin’s theory was not based on any concrete scientific finding; as he also accepted, it was just an “assumption.” Moreover, as Darwin confessed in the long chapter of his book titled “Difficulties of the Theory,” the theory failed in the face of many critical questions.

Darwin invested all of his hopes in new scientific discoveries, which he expected to solve these difficulties. However, contrary to his expectations, scientific findings expanded the dimensions of these difficulties. The defeat of Darwinism in the face of science can be reviewed under three basic topics:
1) The theory cannot explain how life originated on Earth.
2) No scientific finding shows that the “evolutionary mechanisms” proposed by the theory have any evolutionary power at all.
3) The fossil record proves the exact opposite of what the theory suggests.

by Harun Yahya.
More? on www.harunyahya.com.