Pure Oxygen

Take a deep breath….. and smile…


MASIH PERCAYA NENEK MOYANG KITA KERA?

Siapa bintang iklan XL? Luna Maya? Bukan! Itu lo yang satu lagi, yang bulunya banyak. Orang utan? Yak tul. Tau ga seh, katanya, orang utan itu saudara kita, dan kera adalah nenek moyang kita!. Bener ga seh?.

Kenal Charles Darwin?. Charles Darwin adalah penggagas teori evolusi. Teori ini mencetuskan ide bahwa manusia adalah hasil perkembangan dari mahluk sejenis orang utan atau kera.

Pak Charles mengatakan bahwa terdapat bentuk perantaraan antara nenek moyang kita dengan generasi manusia modern seperti kita. Bentuk-bentuk itu adalah ‘manusia’ Australopithecus, Homo habilis, Homo erectus dan Homo sapiens.

Namun, teori ini banyak dibantah oleh para ahli anatomi. Mereka memperlihatkan bahwa fosil Australopithecus (yang berarti Kera Afrika Selatan) adalah fosil spesies kera biasa yang telah lama punah dan hampir tidak ada kemiripannya dengan manusia.

Penelitian lain dari para ahli palaentologis memperlihatkan bahwa Australopithecus, Homo habilis dan Homo erectus hidup di bagian dunia yang berbeda pada saat yang bersamaan.

Dalam pencarian fosil, ternyata tidak diketemukan bentuk-bentuk perantara (Pak Charles menyebutnya ‘Rantai yang Hilang’). Semua fosil yang diketemukan justru membuktikan bahwa kehidupan muncul dalam saat yang sama, dalam bentuk sempurna dan terencana, tanpa melalui bentuk perantara dulu. Hal ini juga bukti bahwa kehidupan tidak terjadi secara kebetulan melainkan karena adanya penciptaan.

Teori lain yang dikembangkan Pak Charles dan kawan-kawannya adalah :

1.SEL TUNGGAL.

semua spesiesmahluk hidup berasal dari sel tunggal. Sel ini hidup di bumi 3,8 miliar tahun yang lalu. Sel tersebut terbentuk secara kebetulan karena hukum alam.

Masih ingat tentang sel kan? Walaupun sel berukuran kecil, susunan dalamnya sangat rumit. Bagaimana mungkin suatu hal yang sangat rumit terbentuk secara kebetulan?.

Sel berperan sangat besar dalam menyusun miliaran spesies mahluk hidup di bumi. Namun, bagaimana sebuah sel bisa menyusun miliaran spesies hidup yang lebih rumit? Teori Pak Charles tentang sel tunggal ini tidak mampu menjawabnya.

2. Seleksi alam.

Teori ini berpandangan bahwa mahluk yang lebih kuat dan pandai dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, akan bertahan hidup.

Perhatikan contoh berikut. Rusa hidup di di hutan sejak jaman dulu. Mereka hidup di bawah bayang-bayang binatang buas dan kuat seperti singa. Sepanjang hidupnya mereka jadi buruan singa. Perhatikan, apakah saat ini rusa sudah musnah? Ternyata tidak. Atau, apakah rusa-rusa sudah menyesuaikan diri dengan keadaan dan mengubah dirinya menjadi hewan yang buas? Tidak juga.

3. PEMBENTUKAN SPESIES BARU.

Teori ini diajukan oleh Lamarck. Begini kira-kira bunyinya : sifat-sifat mahluk hidup dapat berakumulasi dari satu generasi ke generasi selanjutnya sehingga menciptakan spesies baru. Misalnya, menurut teori ini, jerapah adalah hasil perkembangan dari kijang. Kok bisa?. Karena kijang memakan dedaunan di pohon yang tinggi, lambat-laun leher mereka akan memanjang, dan akhirnya mereka berkembang menjadi spesies baru yaitu jerapah.

Teori ini ditangkis oleh Hukum Keturunan Mendel yaitu bahwa sifat-sifat mahluk diwariskan sama pada generasi berikutnya. Variabilitas (keanekaragaman) dapat saja terjadi, misal ayam betina putih yang menghasilkan anak ayam berwarna hitam atau putih, tetapi tidak sampai menghasilkan spesies baru, misalnya sapi.

4. Teori SINTETIS MODERN.

Teori ini mengungkapkan faktor mutasi sebagai faktor tambahan bagi keberagaman variasi mahluk hidup. Mutasi? Apaan tuh?. Mutasi adalah penyimpangan dalam gen yang disebabkan faktor luar seperti radiasi atau kesalahan penggandaan gen. Menurut teori ini, beberapa organ vital seperti telinga, sayap, paru-paru, dan mata, adalah hasil mutasi dari organ lainnya.

Teori ini dibantah oleh ahli genetika; mutasi merupakan proses kecil, acak, dan jarang. Penelitian genetika justru membuktikan bahwa semua mutasi justru bersifat merusak. Contoh dari mutasi terhadap sel manusia adalah penyakit kanker.

Semua uraian di atas memperlihatkan bahwa teori evolusi dan kawan-kawannya sebenarnya sudah terbantahkan. Teori-teori di atas sangat bertentangan dengan sains dan tidak didukung dengan adanya bukti. Misalnya, sampai saat ini tidak diketemukan fosil-fosil perantara. Bentuk-bentuk mahluk perantara yang ada saat ini adalah rekaan Pak Charles dan kawan-kawannya.

Namun, masih banyak kalangan yang kukuh mempertahankan teori-teori di atas. Tanya kenapa?. Karena teori evolusi dan kawan-kawannya merupakan keyakinan bagi para pengikut filsafat materialis. Apa lagi nih?. Aliran filsafat ini menganggap bahwa semua bentuk kehidupan tercipta dari materi, secara kebetulan, sebagai hasil dari proses di alam. Aliran ini menolak fakta penciptaan dan adanya Tuhan. Padahal, bagi siapapun yang mampu menggunakan hati dan pikirannya secara jernih, pasti paham bahwa mahluk hidup yang luar biasa rumit susunannya tidak mungkin terbentuk dengan sendirinya, dan secara kebetulan. Pasti ada yang menciptakan mahluk-mahluk itu. Ia yang melengkapi mahluk-mahluk itu dengan organ-organ yang super rumit dan canggih, dalam sebuah desain yang bagus, lalu sempurna dan diisi dengan ruh atas kehendakNya.

Mau contoh nyata?. Kita amati mata kita.

Perhatikan tangan kita yang sedang memegang mouse lalu angkat kepala dan lihat ke sekeliling. Sekarang pikirkan, adakah alat yang mampu menangkap gambar setajam mata kita?. Sebuah kamera 12 megapiksel dengan lensa Carl Zeiss sekalipun, tidak akan menyajikan gambar langsung setajam mata kita.

Kita amati telinga kita. Kita tahu teknologi stereo dan HI-FI, yang katanya bisa menghasilkan suara seindah aslinya. Namun coba saja, saat alat dinyalakan atau musik diganti terdengar bunyi desis. Perhatikan bahwa ini tidak terjadi pada telinga kita yang super canggih. Saat kita bangun tidur, tanpa perlu kita nyalakan, tanpa desis, telinga langsung berfungsi dan mampu menangkap suara dengan tajam dan jernih.

Jika suatu alat yang lebih kuno dihasilkan bukan secara kebetulan, melainkan oleh usaha panjang para produser alat elektronik, maka mungkinkah mata dan telinga yang supercanggih terbentuk secara kebetulan?.

Disarikan dari :

Harun Yahya, Kesalahan Konsep Teori Evolusi, Senayan Abadi Publishing.

Website : www.harunyahya.com.